Sabtu, 30 Juli 2016

Buletin IMTAQ Edisi 1



Ketulusan Doa Untuk Kakak Kelas

            Ujian ??? mendengar istilahnya saja kita sudah bisa membayangkan bagaimana suasana baik menjelang, selama, maupun sesudah ujian tersebut. Sohib Imtaq, rasa takut menghadapi ujian akhir semester itu memang wajar terlebih bagi sebagaian pelajar yang kurang bersemangat untuk belajar. Rasa takut disertai pikiran-pikiran negatif bisa saja berhamburan dibenak kita, dari mulai takut tidak bisa mengerjakan ujian sampai takut mendapatkan nilai yang kurang memuaskan. Belum-belum saja sudah seperti itu ya.. apa lagi kalau ujian sudah di depan mata ?.   Ada saja, meskipun tidak banyak, sebagian siswa yang ketika mengerjakan ujian tersebut dari dalam dirinya muncul rasa gerogi, nervous, deg-degan, sakit perut dan sekawanannya. Nah mengapa bisa sampai seperti ini ??. Lihatlah orang yang pandai atau rajin belajar, pastinya saat ujian berlangsung mereka dengan tenangnya mengerjakan soal-soal ujian tersebut. Berbeda dengan siswa yang kurang persiapan.
            Hal ini cukup simpel tetapi cukup sulit juga untuk diatasi. Kenapa simpel ? dan kenapa sulit ?. Yang pertama, simpel karena hal tersebut sejatinya memang mudah untuk diatasi bagi sebagian siswa yang memiliki kemauan kuat untuk bisa. Ada suatu istilah yang menyebutkan “Sukses berawal dari kemauan yang kuat.” Nah dari sini kita bisa mengambil kesimpulan, apabila kita menginginkan keberhasilan dalam hal apapun satu yang harus kita miliki pertama adalah kemauan. Dari kemauan tersebut akan timbul dalam diri kita sebuah tindakan, katakanlah tindakan itu sebagai usaha untuk merealisasikan keinginan kita. Yang kedua, kenapa sulit ? sulit karena banyaknya godaan yang ada disekiar kita, contoh mudahnya adalah Hp, dan masih banyak lagi. Tetapi, pada dasarnya yang patut kita salahkan bukan godaan itu ya Sohib Imtaq, tapi kita sendiri yang seharusnya sadar bahwa kita harus pandai-pandai memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
            Maksimalkan usaha sempurnakan dengan doa
            Nah.. gimana nihh Sohib.. ujian udah di ujung tombak.. solusinya dong. ? Cara yang paling ampuh untuk menghadapi ujian apapun baik itu ujian lisan, tulisan, mendengarkan, bahkan ujian kesabaran pun kuncinya ada dua. Yang paling utama adalah USAHA. Iya usaha. Apasihh usaha itu Sohib ? seperti apa bentuk usaha itu ? dan apa saja yang bisa dikatakan sebagai usaha ? apakah menyontek atau bekerja sama dengan tetangga termasuk usaha ?. Usaha adalah suatu tindakan atau cara yang dilakukan seseorang untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya.
            Kesalahan yang sering beredar di antara kita nihh Sohib, yaitu menyontek  atau bekerja sama dengan tetangga (teman dekat). Wah wah wah… dosa nggak sih ?? pastilah Sohib tau perbuatan tersebut termasuk perbuatan yang tidak disukai oleh Allah. Apa udah pada nggak pengen masuk surga nih ??  kok perbuatan seperti itu masihh saja menjadi budaya. Naudzubillah. Ingatlah Allah Sohib.. ingatlah, maka engkau akan dijauhkan dari keburukan. Ketahuilah, apabila ada seorang siswa pandai yang memberikan jawaban kepada temannya yang kurang, meskipun niatnya baik, tetapi tetap saja tidak ada berkah di dalamnya. Karena hal tersebut hanya akan menjerumuskan teman kita sendiri kepada sifat malas. Padahal islam mengajarkan kita untuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa. Apakah menjadikan teman kita malas termasuk kebaikan ? tidak kan shobat. Jadi, berusahalah dengan cara yang benar.
            Garis besar berusaha dengan cara yang benar yaitu dengan rajin belajar. Hanya dua kata saja, ringan diucapkan namun berat dilaksanakan. Bener kan Sohib Imtaq.. ? lagi-lagi kita harus mampu mengendalikan diri kita. Tetapi, usaha saja tidaklah cukup karena usaha juga memiliki tingkatan mulai dari yang minimal, sedang-sedang saja, sampai yang maksimal. Nahh.. tinggal pilih tuhh mana yang pengen Sohib lakukan. Rumusnya mudah saja yaitu hasil berbanding lurus dengan usaha, jadi… makin maksimal besar usaha makin maksimal pula hasil yang akan kita peroleh. Untuk menyempurnakan usaha maksimal kita, satu hal lagi yang perlu kita lakukan yaitu berdoa.
            Bagaimana cara berdoa yang baik Sohib Imtaq?? Maka janganlah engkau menuntut apa yang kau sebut dalam doa itu terkabulkan. Ingat… Allah lebih tau apa yang kita butuhkan. Jadi, cukup mintalah kepada Allah untuk memberi kepada kita kemampuan yang lebih, agar bisa mengerjakan semua soal ujian tersebut sehingga mendapatkan hasil yang maksimal. Mudah saja kan Sohib..? kalau soal hasil itu belakangan aja. Percayalah Allah tidak pernah tidur. Dan percayalah bahwa suatu proses itu tak pernah menghianati hasil. Jadi, kalau proses yang kita lalui untuk mendapatkan suatu hasil itu memerlukan usaha dan perjuangan yang besar, maka hasilnya pun tak akan mengecewakan, begitu sebaliknya. Pada dasarnya manusia di dunia ini hanya bisa berusaha, hasil sepenuhnya adalah kuasa Allah.
            Lulus merupakan awal keberhasilan
            Kalau sudah lulus mau nerusin dimana ? pertanyaan itu pasti pernah terlintas dibenak kita walaupun satu detik sekalipun. Ada beberapa pilihan diantaranya kerja, menikah, atau melanjutkan studi kejenjang perguruan tinggi. Mahalnya biaya pendidikan menjadi alasan sebagian besar lulusan SMA/MA/Sederajat tidak melanjutkan studinya. Padahal hal itu sebenarnya sangat penting untuk masa depan kita yang lebih cerah. Apa kita mau hanya menjadi seorang buruh ? tidakkan Sohib. Kalau ada yang lebih baik dari pada pekerjaan itu, kenapa kita tidak berusaha mendapatkannya ? Nah itulah gunanya kuliah. Meskipun belum tentu juga kita mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, setidaknya kita pernah berjuang. Karena rezeki, jodoh, dan usia sudah diatur oleh Allah, sudah menjadi takdir yang tidak dapat diubah oleh kita. Tetapi, bukan berarti kita jadi malas bekerja, karena sesugguhnya Allah memerintahkan kepada setiap hambanya untuk mencari rezeki yang telah Allah siapkan untuk kita.
            Nah.. gimana nih Sohib kalau tidak ada biaya untuk melanjutkan kuliah ?  Tidak ada yang tidak cukup. Karena Allah telah memberikan rezeki yang sangat cukup bagi kita untuk mengarungi bahtera kehidupan ini. Tinggal bagaimana cara kita menyikapinya. Beasiswa, carilah beasiswa baik itu beasiswa siswa miskin ataupun beasiswa siswa berprestasi guna meringankan biaya kuliah tersebut. Di samping itu, apabila kita memiliki keterampilan lebih, kita bisa bekerja, nahh uangnya nanti bisa kita gunakan untuk meembantu kekurangan biaya kuliah. Jadi.. jangan terburu-buru menikah ya Sohib.. kuliah dulu, setelah itu mencari pekerjaan kemudian apabila dirasa telah mapan barulah menikah dengan gadis atau lelaki pilihan kita.
            Doa untuk kakak kelas

Segenggam Ketulusan

Terucap lembut oleh nada
Tertutur halus dalam setiap nafas
Mengalir untaian kata menembus irama
Detak nadi menjadi saksi
Segenggam doa yang terpanjatkan
Oleh ketulusan tiada ternoda
Hati yang manis tak pernah bertepis
Menarilah sang bayu…
Merayu-rayu mendekap sang kalbu
Berderai seru segenggam ketulusan
Berucap lisan dalam keheningan
Ya Rahman Ya Rahim…
Bersimpuhku di atas selembar kain ini
Dengan segala tunduk maluku
Aku mengingat dalam gelapku
Kini kumelihat cahaya terang-Mu
Bergelutlah kudengan segala daya upayanya
Seiring doa yang lurus tertuju
Pada kakak-kakak tercinta
Sekecil kebaikan jadikanlah kebaikan
Sekecil senyuman jadikannlah senyuman
Kekuatan anugerahkanlah kemudahan
Keajaiban anugerahkanlah keberhasilan
Tanpa titah tanpa lelah
Moga abadi cinta-Mu selimuti kami
Dalam terang tanpa jurang
Lukiskan segenggam ketulusan

           

            Kami lanjutkan perjuanganmu
            Perpisahan bukan akhir suatu hubungan. Perpisahan merupakan suatu ujian bagi hubungan itu sendiri. Meskipun raga berjauhan namun jiwa kita akan selalu berdekatan atas dasar nama almamater tercinta ini, MA PPKP Darul Ma’la. Perjuangan harus tetap berlanjut dari generasi satu ke generasi selanjutnya. Dan dari tap-tiap pergantingan generasi tersebut, usaha untuk lebih baik dan lebih maju harus selalu tertanam di dalam hati, terpikir di dalam otak, dan terlaksana oleh seluruh anggota tubuh kita. Kami hanya bisa menghantarkanmu sampai ke gerbang pintu ini, namun kami akan menghantarkan mimpimu sampai ke tujuan, demi MA PPKP Darul Ma’la yang lebih maju.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar