Ketulusan Doa Untuk Kakak Kelas
Ujian ??? mendengar istilahnya saja kita sudah bisa
membayangkan bagaimana suasana baik menjelang, selama, maupun sesudah ujian
tersebut. Sohib Imtaq, rasa takut menghadapi ujian akhir semester itu memang
wajar terlebih bagi sebagaian pelajar yang kurang bersemangat untuk belajar.
Rasa takut disertai pikiran-pikiran negatif bisa saja berhamburan dibenak kita,
dari mulai takut tidak bisa mengerjakan ujian sampai takut mendapatkan nilai
yang kurang memuaskan. Belum-belum saja sudah seperti itu ya.. apa lagi kalau
ujian sudah di depan mata ?. Ada saja,
meskipun tidak banyak, sebagian siswa yang ketika mengerjakan ujian tersebut
dari dalam dirinya muncul rasa gerogi, nervous, deg-degan, sakit perut dan
sekawanannya. Nah mengapa bisa sampai seperti ini ??. Lihatlah orang yang pandai
atau rajin belajar, pastinya saat ujian berlangsung mereka dengan tenangnya
mengerjakan soal-soal ujian tersebut. Berbeda dengan siswa yang kurang
persiapan.
Hal ini cukup simpel tetapi cukup sulit juga untuk
diatasi. Kenapa simpel ? dan kenapa sulit ?. Yang pertama, simpel karena hal
tersebut sejatinya memang mudah untuk diatasi bagi sebagian siswa yang memiliki
kemauan kuat untuk bisa. Ada suatu istilah yang menyebutkan “Sukses berawal dari kemauan yang kuat.”
Nah dari sini kita bisa mengambil kesimpulan, apabila kita menginginkan
keberhasilan dalam hal apapun satu yang harus kita miliki pertama adalah
kemauan. Dari kemauan tersebut akan timbul dalam diri kita sebuah tindakan,
katakanlah tindakan itu sebagai usaha untuk merealisasikan keinginan kita. Yang
kedua, kenapa sulit ? sulit karena banyaknya godaan yang ada disekiar kita,
contoh mudahnya adalah Hp, dan masih banyak lagi. Tetapi, pada dasarnya yang
patut kita salahkan bukan godaan itu ya Sohib Imtaq, tapi kita sendiri yang
seharusnya sadar bahwa kita harus pandai-pandai memanfaatkan waktu dengan
sebaik-baiknya.
Maksimalkan usaha
sempurnakan dengan doa
Nah.. gimana
nihh Sohib.. ujian udah di ujung tombak.. solusinya dong. ? Cara yang paling
ampuh untuk menghadapi ujian apapun baik itu ujian lisan, tulisan,
mendengarkan, bahkan ujian kesabaran pun kuncinya ada dua. Yang paling utama
adalah USAHA. Iya usaha. Apasihh usaha itu Sohib ? seperti apa bentuk usaha itu
? dan apa saja yang bisa dikatakan sebagai usaha ? apakah menyontek atau
bekerja sama dengan tetangga termasuk usaha ?. Usaha adalah suatu tindakan atau
cara yang dilakukan seseorang untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya.
Kesalahan yang sering beredar di antara kita nihh Sohib,
yaitu menyontek atau bekerja sama dengan
tetangga (teman dekat). Wah wah wah… dosa nggak sih ?? pastilah Sohib tau
perbuatan tersebut termasuk perbuatan yang tidak disukai oleh Allah. Apa udah
pada nggak pengen masuk surga nih ?? kok
perbuatan seperti itu masihh saja menjadi budaya. Naudzubillah. Ingatlah Allah
Sohib.. ingatlah, maka engkau akan dijauhkan dari keburukan. Ketahuilah,
apabila ada seorang siswa pandai yang memberikan jawaban kepada temannya yang
kurang, meskipun niatnya baik, tetapi tetap saja tidak ada berkah di dalamnya.
Karena hal tersebut hanya akan menjerumuskan teman kita sendiri kepada sifat
malas. Padahal islam mengajarkan kita untuk saling tolong menolong dalam
kebaikan dan takwa. Apakah menjadikan teman kita malas termasuk kebaikan ?
tidak kan shobat. Jadi, berusahalah dengan cara yang benar.
Garis besar berusaha dengan cara yang benar yaitu dengan
rajin belajar. Hanya dua kata saja, ringan diucapkan namun berat dilaksanakan.
Bener kan Sohib Imtaq.. ? lagi-lagi kita harus mampu mengendalikan diri kita.
Tetapi, usaha saja tidaklah cukup karena usaha juga memiliki tingkatan mulai
dari yang minimal, sedang-sedang saja, sampai yang maksimal. Nahh.. tinggal
pilih tuhh mana yang pengen Sohib lakukan. Rumusnya mudah saja yaitu hasil
berbanding lurus dengan usaha, jadi… makin maksimal besar usaha makin maksimal
pula hasil yang akan kita peroleh. Untuk menyempurnakan usaha maksimal kita,
satu hal lagi yang perlu kita lakukan yaitu berdoa.
Bagaimana cara berdoa yang baik Sohib Imtaq?? Maka
janganlah engkau menuntut apa yang kau sebut dalam doa itu terkabulkan. Ingat…
Allah lebih tau apa yang kita butuhkan. Jadi, cukup mintalah kepada Allah untuk
memberi kepada kita kemampuan yang lebih, agar bisa mengerjakan semua soal
ujian tersebut sehingga mendapatkan hasil yang maksimal. Mudah saja kan Sohib..?
kalau soal hasil itu belakangan aja. Percayalah Allah tidak pernah tidur. Dan percayalah
bahwa suatu proses itu tak pernah menghianati hasil. Jadi, kalau proses yang
kita lalui untuk mendapatkan suatu hasil itu memerlukan usaha dan perjuangan
yang besar, maka hasilnya pun tak akan mengecewakan, begitu sebaliknya. Pada
dasarnya manusia di dunia ini hanya bisa berusaha, hasil sepenuhnya adalah kuasa
Allah.
Lulus merupakan
awal keberhasilan
Kalau sudah
lulus mau nerusin dimana ? pertanyaan itu pasti pernah terlintas dibenak kita
walaupun satu detik sekalipun. Ada beberapa pilihan diantaranya kerja, menikah,
atau melanjutkan studi kejenjang perguruan tinggi. Mahalnya biaya pendidikan
menjadi alasan sebagian besar lulusan SMA/MA/Sederajat tidak melanjutkan
studinya. Padahal hal itu sebenarnya sangat penting untuk masa depan kita yang
lebih cerah. Apa kita mau hanya menjadi seorang buruh ? tidakkan Sohib. Kalau
ada yang lebih baik dari pada pekerjaan itu, kenapa kita tidak berusaha
mendapatkannya ? Nah itulah gunanya kuliah. Meskipun belum tentu juga kita
mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, setidaknya kita pernah berjuang. Karena
rezeki, jodoh, dan usia sudah diatur oleh Allah, sudah menjadi takdir yang
tidak dapat diubah oleh kita. Tetapi, bukan berarti kita jadi malas bekerja,
karena sesugguhnya Allah memerintahkan kepada setiap hambanya untuk mencari
rezeki yang telah Allah siapkan untuk kita.
Nah.. gimana nih Sohib kalau tidak ada biaya untuk
melanjutkan kuliah ? Tidak ada yang
tidak cukup. Karena Allah telah memberikan rezeki yang sangat cukup bagi kita
untuk mengarungi bahtera kehidupan ini. Tinggal bagaimana cara kita
menyikapinya. Beasiswa, carilah beasiswa baik itu beasiswa siswa miskin ataupun
beasiswa siswa berprestasi guna meringankan biaya kuliah tersebut. Di samping
itu, apabila kita memiliki keterampilan lebih, kita bisa bekerja, nahh uangnya
nanti bisa kita gunakan untuk meembantu kekurangan biaya kuliah. Jadi.. jangan
terburu-buru menikah ya Sohib.. kuliah dulu, setelah itu mencari pekerjaan
kemudian apabila dirasa telah mapan barulah menikah dengan gadis atau lelaki
pilihan kita.
Doa untuk kakak
kelas
Segenggam
Ketulusan
Terucap
lembut oleh nada
Tertutur
halus dalam setiap nafas
Mengalir
untaian kata menembus irama
Detak
nadi menjadi saksi
Segenggam
doa yang terpanjatkan
Oleh
ketulusan tiada ternoda
Hati
yang manis tak pernah bertepis
Menarilah
sang bayu…
Merayu-rayu
mendekap sang kalbu
Berderai
seru segenggam ketulusan
Berucap
lisan dalam keheningan
Ya
Rahman Ya Rahim…
Bersimpuhku
di atas selembar kain ini
Dengan
segala tunduk maluku
Aku
mengingat dalam gelapku
Kini
kumelihat cahaya terang-Mu
Bergelutlah
kudengan segala daya upayanya
Seiring
doa yang lurus tertuju
Pada
kakak-kakak tercinta
Sekecil
kebaikan jadikanlah kebaikan
Sekecil
senyuman jadikannlah senyuman
Kekuatan
anugerahkanlah kemudahan
Keajaiban
anugerahkanlah keberhasilan
Tanpa
titah tanpa lelah
Moga
abadi cinta-Mu selimuti kami
Dalam
terang tanpa jurang
Lukiskan
segenggam ketulusan
Kami lanjutkan perjuanganmu
Perpisahan bukan
akhir suatu hubungan. Perpisahan merupakan suatu ujian bagi hubungan itu
sendiri. Meskipun raga berjauhan namun jiwa kita akan selalu berdekatan atas
dasar nama almamater tercinta ini, MA PPKP Darul Ma’la. Perjuangan harus tetap
berlanjut dari generasi satu ke generasi selanjutnya. Dan dari tap-tiap
pergantingan generasi tersebut, usaha untuk lebih baik dan lebih maju harus
selalu tertanam di dalam hati, terpikir di dalam otak, dan terlaksana oleh
seluruh anggota tubuh kita. Kami hanya bisa menghantarkanmu sampai ke gerbang
pintu ini, namun kami akan menghantarkan mimpimu sampai ke tujuan, demi MA PPKP
Darul Ma’la yang lebih maju.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar